Untuk Pendakwah islam sejati di seluruh dunia

Diskusi atau Debat itu juga ada etikanya. Selain harus ada TUJUAN dan MANFAAT tentunya.
Ini ada beberapa etika ketika berdiskusi:

1. Jangan mencela
Hendaknya kita mengingat kembali nasehat Rasulullah shalallhu’alaihi wasallam:
“Setiap muslim itu saudara bagi muslim yang lain. Dia tidak akan menzhaliminya, menghinakannya, dan tidak pula meremehkannya. Keburukan seseorang itu diukur dari sejauh mana dia meremehkan saudaranya” (HR.Muslim dan lainnya)

Dalam hadist lain juga ditegaskan,
“Mencela seorang muslim itu perbuatan fasiq sedangkan memeranginya adalah perbuatan kufur” (HR.Bukhari dan Muslim)

Dan juga hendaknya kita ingat bahwa setiap perkataan, tulisan kita akan dicatat dan dimintai pertanggung-jawaban,
“Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid”. (QS. Qaff : 18)

2. Jangan bicara tanpa ilmu
Telah kita ketahui dari dalil-dalil di atas, diskusi yang tercela adalah diskusi tanpa ilmu, meskipun antum merasa di pihak yang benar. ALLOH mencela orang seperti ini:
“Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat.” (Al-Hajj: 3)
Dan ilmu yang dimaksud tentulah Al Qur’an dan Hadist. Jangan gemar berdiskusi tentang agama kalau antum tidak memiliki pengetahuan hadits dan Qur’an. Yang harus dilakukan orang seperti ini adalah: banyak bertanya.

3. Gunakan bahasa yang baik
Jika kita merasa di atas al haq, merasa di atas ilmu, tunjukkanlah ilmu antum itu telah membuahkan akhlak yang mulia. Buktikan itu dengan bahasa yang baik, sopan. Karena demikianlah akhlak para anbiya dan ‘ulama.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah swt?” (Al Fushilat : 33)

Jika kita melihat kesalahan pada saudara kita, dan kita memang ingin membuatnya sadar akan kesalahannya, bukankah disini lebih HARUS menegurnya dengan bahasa yang baik?? Bagaimana mungkin seseorang akan tersadar dari kesalahannya jika ia hanya DITAHZIR dan DICELA saja?

4. Sampaikan saja, jangan memaksa!
Jika kita melihat ada saudara kita yang terjerumus ke dalam kesalahan. Maka kewajiban kita adalah MENYAMPAIKAN dan MENGINGATKAN. Bukan tanggung jawab kita nantinya ia sadar atau tidak. Apakah kita berharap saudara kita itu sadar setelah di nasehati 1 atau 2 kali? Didalam forum diskusi? Sungguh kewajiban kita hanya menyampaikan, soal hidayah ditangan ALLOH.

“Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka” (QS Ar Ra’du: 40)

5. Tidak membalas, bukan berarti kalah
Seringkali ana perhatikan di antara dudunger yang berdebat saling me-reply terus, bantah, dibantah lagi, dan seterusnya. Seolah-olah ia berpikiran “Ah, kalo ga dibantah lagi nanti saya dibilang kalah”.
Jika kita merasa bahwa diskusi yang kita lakukan hanya sia2 dan tidak akan menimbulkan manfaat apapun, maka tinggalkanlah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s